Nama : Hafni Masrifa
NPM : 24214694
Kelas : 4EB02
Mata Kuliah : Etika Profesi
Akuntansi
I.
PENDAHULUAN ETIKA SEBAGAI TINJAUAN
Pengertian Etika
Istilah etika secara etimologis berasal dari bahasa
Yunani, etos artinya kebiasaan (costum), adat. Istilah etika pertama kali
dalam sejarah yang tertulis diperkenalkan oleh filsuf Yunani, Aristoteles
melalui karyanya yang berjudul Etika
Nicomachiea. Ditinjau dari sudut asal katanya, etika adalah studi terhadap
kebiasaan manusia. Dalam perkembangannya, studi etika tidak hanya membahas
kebiasaan yang semata mata berdasarkan sebuah tata cara (manners), melainkan
membahas kebiasaan (adat) yang berdasarkan pada sesuatu yang melekat pada
kodrat manusia. Oleh karena itu, etika sering diartikan sebagai studi tentang yang
benar atau salah (right and wrong) dalam tingkah laku manusia.
Prinsip-Prinsip Etika
Berdasarkan buku yang berjudul “The Great
Ideas” yang diterbitkan pada tahun 1952, dalam buku tersebut diringkas menjadi
6 prinsip dan merupakan landasan prinsipil dari etika. Prinsip-prinsip tersebut
adalah:
a.
Prinsip Keindahan
Prinsip ini didasari pada rasa senang
terhadap keindahan, ada yang mengatakan bahwa hidup dan kehidupan manusia itu
adalah keindahan.
b.
Prinsip Persamaan
Menghendaki adanya persamaan antara manusia yang
satu dengan yang lain merupakan hakekat kemanusiaan.
c.
Prinsip Kebaikan
Pada umumnya kebaikan berarti sifat dari sesuatu
yang mengakibatkan pujian.
d.
Prinsip Keadilan
Keadilan adalah kemauan yang tetap dan kekal
untuk memberikan kepada setiap orang apa yang semestinya.
e.
Prinsip Kebebasan
Kebebasan muncul dari doktrin bahwa setiap
orang memiliki hidupnya sendiri serta memiliki hak untuk bertindak menurut
pilihannya sendiri, kecuali jika pilihan tersebut melanggar kebebasan dari
orang lain.
f.
Prinsip Kebenaran
Ide kebenaran sering kita pakai dalam
pembicaraan mengenai logika ilmiah, sehingga kita mengenal kriteria kebenaran
dalam berbagai ilmu.
Basis Teori Etika
· Teori
Hak
Teori hak merupakan pendekatan yang paling
banyak dipakai untuk mengevaluasi baik buruknya suatu perbuatan atau perilaku.
· Teori Teleologi
Dalam tori teleologi terdapat dua aliran,
yaitu Egoisme Etis dan Utilitarianisme
· Teori
Deontologi
Deontologi berasal dari bahasa
Yunani, deon yang berarti kewajiban. Yaitu kewajiban manusia untuk
selalu bertindak baik.
· Teori
Keutamaan ( Virtue )
Dalam teori keutamaan memandang sikap atau
akhlak seseorang.
Egoisme
Kata
egoisme merupakan istilah yang berasal dari bahasa Latin yakni ego, yang
berasal dari kata Yunani kuno. Egoisme adalah cara untuk mempertahankan dan
meningkatkan pandangan yang menguntungkan bagi dirinya sendiri, dan umumnya
memiliki pendapat untuk meningkatkan citra pribadi seseorang dan pentingnya
intelektual, fisik, sosial dan lainnya.
II.
PERILAKU ETIKA DALAM BISNIS
Etika bisnis adalah cara untuk melakukan
kegiatan bisnis, yang mencakup seluruh aspek yang
berkaitan dengan individu, perusahaan dan juga masyarakat.
Lingkungan bisnis yang mempengaruhi
Perilaku Etika
Prinsip bisnis yang baik menurut perusahaan
yaitu bisnis yang beretika , maksudnya adalah bisnis yang kinerjanya baik
dengan menaati etika serta peraturan dan hukum yang berlaku. Faktor-faktor
yang berpengaruh terhadap perilaku etika dalam bisnis yaitu :
·
Budaya Organisasi
·
Ekonomi Lokal
·
Reputasi Perusahaan dalam
Komunitas
·
Persaingan Industri
Kesaling - tergantungan antara bisnis dan
masyarakat
Berikut adalah beberapa hubungan kesaling
tergantungan antara bisnis dengan masyarakat:
a.
Hubungan antara bisnis dengan langganan /
konsumen
Hubungan yang paling banyak dilakukan, oleh
karena itu bisnis haruslah menjaga etika pergaulanya secara baik.
b.
Hubungan dengan karyawan
Manajer umumnya selalu berpandangan untuk
memajukan bisnisnya sering kali harus berurusan dengan etika pergaulan dengan
karyawannya.
c.
Hubungan antar bisnis
Hubungan ini merupakan hubungan antara
perusahaan yang satu dengan perusahan yang lain.
d.
Hubungan dengan Investor
Perusahaan yang berbentuk PT dan terutama
yang akan atau telah “go publik” harus menjaga pemberian informasi yang baik
dan jujur dari bisnisnya kepada para insvestor atau calon investornya.
e.
Hubungan dengan Lembaga-Lembaga Keuangan
Terutama pajak pada umumnya merupakan
hubungan pergaulan yang bersifat finansial.
Kepedulian pelaku bisnis terhadap
etika
Bisnis yang baik adalah selain bisnis
tersebut menguntungkan juga bisnis yang baik secara moral. Etika di dalam
bisnis sudah tentu harus disepakati oleh orang-orang yang berada dalam kelompok
bisnis serta kelompok yang terkait lainnya.
Agar etika bisnis dapat berjalan dengan baik,
ada beberapa hal yang perlu diperhatikan, antara lain ialah :
1.
Pengendalian diri
2.
Pengembangan tanggung jawab sosial (social
responsibility)
3. Mempertahankan jati diri dan tidak mudah
untuk terombang-ambing oleh pesatnya perkembangan informasi dan teknologi
4.
Menghindari sifat 5K (Katabelece,
Kongkalikong, Koneksi, Kolusi dan Komisi)
5.
Konsekuen dan konsisten dengan aturan main
yang telah disepakati bersama
Perkembangan dalam etika bisnis
Perkembangan
dalam etika bisnis dibagi menjadi lima periode yaitu pada awal sejarah
filsafat, Plato, Aristoteles, dan filsuf-filsuf Yunani lain menyelidiki
bagaimana sebaiknya mengatur kehidupan manusia bersama dalam negara dan
membahas bagaimana kehidupan ekonomi dan kegiatan niaga harus diatur. Kemudian
pada masa peralihan tahun 1960-an. Etika Bisnis Lahir di AS tahun 1970-an sejumlah
filsuf mulai terlibat dalam memikirkan masalah-masalah etis di sekitar bisnis
dan etika bisnis dianggap sebagai suatu tanggapan tepat atas krisis moral. Etika
Bisnis Meluas ke Eropa tahun 1980-an dan etika bisnis menjadi fenomena global
tahun 1990-an
Etika bisnis dan Akuntan
Kode
etik Ikatan Akuntan Indonesia merupakan tatanan etika dan prinsip moral yang
memberikan pedoman kepada akuntan untuk berhubungan dengan klien, sesama
anggota profesi dan juga dengan masyarakat. Selain dengan kode etik akuntan
juga merupakan alat atau sarana untuk klien, pemakai laporan keuangan atau
masyarakat pada umumnya, tentang kualitas atau mutu jasa yang diberikannya
karena melalui serangkaian pertimbangan etika sebagaimana yang diatur dalam
kode etik profesi.
III.
ETICHAL GOVERNANCE
Governance System
Secara harfiah governance system berarti sistem pemerintahan sebagai bentuk
hubungan antar lembaga negara dalam melaksanakan kekuasaan negara untuk
kepentingan negara itu sendiri dalam rangka mewujudkan kesejahteraan rakyatnya.
Adapun unsur-unsur yang membentuk Governance System yang tidak dapat
terpisahkan, yaitu Commitment on Governance, Governance Structure, Governance
Mechanism dan Governance Outcomes
Budaya Etika
Budaya etika adalah perilaku yang etis.
Penerapan budaya etika dilakukan secara top-down. Para eksekutif mencapai
penerapan ini melalui suatu metode tiga lapis, yaitu Corporate Credo, program
etika dan kode etik perusahaan.
Mengembangkan Struktur
Etika Korporasi
Di
dalam membangun entitas korporasi dan di dalam menetapkan sasaran dari entitas
etika korporasi tersebut, diperlukan beberapa prinsip-prinsip moral etika ke
dalam kegiatan bisnis secara keseluruhan, diterapkan baik dalam entitas
korporasi, menetapkan sasaran bisnis, membangun jaringan dengan para pihak yang
berkepentingan (stakeholders) maupun dalam proses pengembangan diri para pelaku
bisnis sendiri.
Kode Perilaku Korporasi (Corporate Code of Conduct)
Kode
perilaku korporasi (corporate code of conduct) merupakan pedoman yang dimiliki
setiap perusahaan dalam memberikan batasan-batasan bagi setiap karyawannya
untuk menetapkan etika dalam perusahaan tersebut. Kode perilaku korporasi
yang dimiliki suatu perusahaan berbeda dengan perusahaan lainnya.
Evaluasi terhadap Kode Perilaku Korporasi
Adanya evaluasi terhadap kode perilaku
korporasi sangat diperlukan, agar segala kegiatan yang dapat mengetahui apakah
sudah dijalankan sesuai dengan prosedur yang sudah ditetapkan. Langkah yang harus
dilakukan dalam evaluasi terhadap kode perilaku korporasi, yaitu pelaporan
pelanggaran kode perilaku korporasi dan sanksi atas pelanggaran kode perilaku korporasi.
IV.
PERILAKU ETIKA DALAM PROFESI AKUNTANSI
Akuntansi
sebagai Profesi dan Peran Akuntan
Profesi akuntansi merupakan sebuah profesi
yang menyediakan jasa atestasi maupun non atestasi kepada masyarakat dengan
dibatasi kode etik yang ada. Akuntansi memegang peranan penting dalam ekonomi
dan sosial karena setiap pengambilan keputusan yang bersifat keuangan harus
berdasarkan informasi akuntansi. Keadaan ini menjadikan akuntansi sebagai suatu
profesi yang sangat dibutuhkan keberadaanya dalam lingkungan organisasi
bisnis.
Ekspektasi Publik
Yang dimaksud dengan ekspektasi publik adalah
adalah tanggapan yang disampaikan oleh masyarakat tentang etika yang berlaku di
masyarakat luas. Perubahan
ekpektasi publik terhadap bisnis juga akanmempengaruhi ekpektasi publik
terhadap peran akuntan. Pada satu sisi, akuntan sebagai bagian dari perusahaan
diharapkan mampu memenuhi tanggungjawabnya sebagai karyawan dalam sebuah
perusahaan. Sisi lainnya adalah publik mengharapkan akuntan juga tetap
profesional dan memegang teguh nilai-nilai objektifitas integritas dan
kerahasiaan untuk melindungi kepentingan publik.
Nilai-nilai Etika vs Teknik
Akuntansi atau Auditing
Nilai-nilai etika terdiri dari :
·
Integritas
Setiap tindakan dan kata-kata pelaku profesi
menunjukan sikap transparansi, kejujuran dan konsisten.
· Kerjasama
Kemampuan untuk bekerja sendiri maupun dalam
tim
· Inovasi
Mampu memberi nilai tambah pada pelanggan dan
proses kerja dengan metode baru
· Simplisitas
Mampu memberikan solusi pada setiap masalah yang timbul,
dan masalah yang kompleks menjadi lebih sederhana.
Teknik akuntansi sektor publik terdiri atas:
· Budgetary
accounting
Bidang akuntansi yang menguraikan kegiatan
keuangan untuk suatu jangka waktu tertentu yang dilengkapi dengan sistem
penganalisaan dan pengawasannya.
· Commitment
accounting
Dapat digunakan bersama-sama dengan akuntansi
kas atau akuntansi akrual
· Fund
accounting
Konsep akuntansi di mana aktiva
dipisah-pisahkan berdasarkan masing-masing sumber dan peruntukkan dana
· Cash
accounting
Beban dengan pendapatan tidak secara
hati-hati di samakan dari bulan ke bulan. Beban tidak diakui sampai uang di
bayarkan
· Accrual
accounting
Beban dan pendapatan secara hati-hati di samakan
menyediakan informasi yang lebih handal dan terpercaya tentang seberapa besar
suatu perusahaan mengeluarkan uang atau menerima uang dalam setiap bulannya.
Perilaku Etika dalam Pemberian Jasa Akuntan publik
Kepercayaan masyarakat terhadap mutu jasa akuntan publik akan menjadi
lebih tinggi, jika profesi tersebut menerapkan standar mutu tinggi terhadap
pelaksanaan pekerjaan profesional yang dilakukan oleh anggota
profesinya. Profesi akuntan publik menghasilkan berbagai jasa bagi
masyarakat, yaitu jasa assurance, jasa atestasi dan jasa nonassurance
V.
KODE ETIK PROFESI AKUNTANSI
Kode
Perilaku Profesional
Kode perilaku profesional dapat dikatakan sebagai pedoman
umum yang mengikat dan mengatur setiap anggota serta sebagai pengikat
suatu anggota untuk bertindak. Profesionalisme didefinisikan secara luas
mengacu pada perilaku, tujuan dan kualitas yang membentuk karakter atau ciri
suatu profesi atau orang-orang profesional. Seluruh profesi menyusun aturan
atau kode perilaku yang mendefinisikan perilaku etika bagi anggota profesi
tersebut.
Prinsip-prinsip Etika
1)
Prinsip-prinsip Etika Menurut IFAC
a.
Integritas, memiliki sikap yang tegas dan
jujur
b.
Objektivitas, sesuai dengan objek tidak
memandang subjek
c.
Kompetensi profesional dan kesungguhan.
d.
Kerahasian, menjaga dan menghormati
kerahasiaan informasi klien
e.
Perilaku Profesional, taat akan hukum.
2)
Prinsip-prinsip Etika Menurut AICPA
a.
Tanggung Jawab, menerapkan nilai moral dan
bertanggung-jawab
b.
Kepentingan Umum, menerima kewajibannya untuk
melayani publik
c.
Integritas, mempertahankan dan memperluas
kepercayaan publik
d.
Objektivitas dan Independensi, mempertahankan
objektivitas dan bebas dari konflik kepentingan
e.
Due Care, mematuhi standar teknis dan etis
profesinya
f.
Sifat dan Cakupan Layanan, memperhatikan
prinsip-prinsip dari kode etik profesional
3)
Prinsip-prinsip Etika
Menurut IAI
a.
Tanggung Jawab
b.
Kepentingan Publik
c.
Integritas
d.
Objektivtias
e.
Kompetensi dan Kehati-hatian
f.
Kerahasiaan
g.
Perilaku Profesional
Aturan dan Interpretasi
Etika
Interpretasi aturan etika merupakan
interpretasi yang dikeluarkan oleh badan yang dibentukkan oleh himpunan setelah
memperhatikan tanggapan dari anggota, dan pihak-pihak berkepentingan lainnya, sebagai
panduan dalam penerapan aturan etika, tanpa dimaksudkan untuk membatasi lingkup
dan penerapannya.
VI.
ETIKA DALAM AUDITING
Kepercayaan
Publik
Untuk mendapatkan kepercayaan dari publik auditor harus
independen secara nyata dan independen dalam penampilan. Untuk menjadi
independen, auditor harus secara intelektual jujur, bebas dari konflik
kepentingan dalam menjalankan tanggung jawab profesionalnya, memiliki kewajiban
untuk bertindak dalam melayani kepentingan publik, dan menghormati kepercayaan
publik
Tanggung Jawab Auditor kepada Publik
Dalam kode etik diungkapkan, akuntan tidak hanya memiliki tanggung jawab
terhadap klien saja, akan tetapi memiliki tanggung jawab juga
terhadap publik.
Ada 3 karakteristik dan hal-hal yang ditekankan untuk
dipertanggungjawabkan oleh auditor kepada publik, antara lain:
1)
Auditor harus memposisikan diri untuk
independen, berintegritas, dan obyektif
2) Auditor
harus memiliki keahlian teknik dalam profesinya
3)
Auditor harus melayani klien dengan
profesional dan konsisten dengan tanggung jawab mereka kepada publik.
Tanggung Jawab Dasar Auditor
Menurut The Auditing Practice Committee,
1980, memberikan ringkasan (summary) tanggung jawab auditor:
a. Melakukan
perencanaan, pengendalian dan pencatatan.
b.
Mengetahui sistem pencatatan dan pemrosesan
transaksi.
c.
Memperoleh bukti audit yang relevan dan
reliabel.
d.
Menempatkan kepercayaan kepada pengendalian intern.
e. Meninjau
ulang laporan keuangan yang relevan.
Independensi Auditor
Independensi berarti adanya kejujuran dalam
mempertimbangkan fakta dan adanya pertimbangan yang objetif tidak memihak dalam
diri auditor.
Terdapat tiga aspek independensi seorang
auditor, yaitu sebagai berikut:
1)
Independence in fact (independensi
dalam fakta)
Artinya auditor harus mempunyai
kejujuran yang tinggi, keterkaitan yang erat dengan objektivitas.
2)
Independence in appearance (independensi
dalam penampilan)
Artinya pandangan pihak lain terhadap diri
auditor sehubungan dengan pelaksanaan audit
3) Independence in competence (independensi
dari sudut keahliannya) Independensi dari sudut pandang keahlian terkait erat
dengan kecakapan profesional auditor
Peraturan Pasar Modal dan Regulator mengenai Independensi
Akuntan Publik
Dalam memberikan perlindungan kepada investor bapebam
mengeluarkan peraturan-peraturan yang berlaku agar investor terhindar dari kegiatan-kegiatan yang merugikan seperti pemalsuan data dan
laporan keuangan, window dressing serta lain-lain. Regulator tersebut
dikeluarkan peraturan yang berhubungan dengan keaslian data yang disajikan
emiten baik dalam laporan tahunan maupun dalam laporan keuangan emiten.
VII.
Etika dalam Kantor Akuntan Publik
Etika Bisnis Akuntan Publik
Dalam menjalankan profesinya seorang akuntan
di Indonesia diatur oleh suatu kode etik profesi dengan nama kode etik Ikatan
Akuntan Indonesia yang merupakan tatanan etika dan prinsip moral yang memberikan
pedoman kepada akuntan untuk berhubungan dengan klien, sesama anggota profesi
dan juga dengan masyarakat. Ada lima aturan etika yang telah ditetapkan oleh
Ikatan Akuntan Indonesia-Kompartemen Akuntan Publik (IAI-KAP).
1)
Independensi, integritas dan obyektivitas
2)
Standar umum dan prinsip
akuntansi Standar Umum.
3)
Tanggung jawab kepada klien
4)
Tanggung jawab kepada rekan
seprofesi
5)
Tanggung jawab dan praktik
lain
Tanggung Jawab Sosial Kantor Akuntan Publik sebagai Entitas Bisnis
Yang merupakan tanggung jawab sosial utama
kantor akuntan publik meliputi profesi akuntan publik terutama
sikap altruisme, yaitu mengutamakan kepentingan publik dan juga
memperhatikan sesama akuntan publik dibanding mengejar laba. Dalam melaksanakan
tanggung jawabnya sebagai profesional, setiap anggota harus senantiasa
menggunakan pertimbangan moral dan profesional dalam semua kegiatan yang
dilakukannya. Anggota harus bertanggung jawab untuk bekerja sama untuk
mengembangkan profesi akuntansi, memelihara kepercayaan masyarakat dan menjalankan
tanggung jawab profesi dalam mengatur dirinya sendiri.
Krisis dalam Profesi akuntansi
Profesi dituntut untuk melakukan tindakan
dalam berbagai cara yang dapat menciptakan laba tertinggi agar dapat bersaing
dengan iklim persaingan yang semakin ketat. Dalam hal ini, seluruh tindakan
yang diambil justru membuat profesi berada dalam kondisi yang membahayakan
dirinya dan dapat dituntut secara hukum. Namun, di pihak lain akuntan dipaksa
untuk tetap bersikap profesional dan dihadapkan pada serangkaian aturan yang
harus ditaati. Perusahaan seharusnya memperhatikan tanggung jawab sosial
yang bertujuan untuk mereduksi timbulnya aksi sosial yang menolak keberadaan
suatu perusahaan.
Regulasi dalam rangka Penegakan Etika Kantor Akuntan Publik
Regulasi terhadap akuntan publik diperketat
disertai dengan usulan penerapan sanksi disiplin berat dan denda administratif
yang besar, terutama dalam hal pelanggaran penerapan Standar Profesional
Akuntan Publik (SPAP). Di samping itu ditambahkan pula sanksi pidana kepada akuntan
publik palsu (atau orang yang mengaku sebagai akuntan publik) dan kepada
akuntan publik yang melanggar penerapan SPAP. Seluruh regulasi tersebut
dimaksudkan untuk meningkatkan kualitas pelaporan keuangan, meningkatkan
kepercayaan publik serta melindungi kepentingan publik melalui peningkatan
independensi auditor dan kualitas audit.
Peer Review
Metode peer review bekerja untuk
mempertahankan standar, meningkatkan kinerja dan memberikan kredibilitas.
Secara umum, mereka yang terlibat dalam organisasi profesi atau khusus
diberikan mengidentifikasi proses tertentu mereka oleh “peer review” istilah
generik. Jadi, bahkan ketika kualifikasi diterapkan unsur-unsur dari peer
review mungkin tampak tidak konsisten.
VIII.
IX. X. Diskusi Kelompok
XI. Etika dalam Akuntansi
Keuangan dan Akuntansi
Manajemen
Tanggung jawab akuntan Keuangan dan
Akuntan Manajemen
Tanggung jawab seorang akuntan keuangan:
a.
Menyusun laporan keuangan dari perusahaan
secara integral
b.
Membuat laporan keuangan yang sesuai dengan
karakteristik kualitatif laporan keuangan IAI, 2004 yaitu dapat dipahami,
relevan materialistis, keandalan, dapat dibandingkan, kendala informasi yang
relevan dan handal, serta penyajian yang wajar.
Tanggung jawab seorang akuntan manajemen:
a. Perencanaan, menyusun dan berpartisipasi
dalam mengembangkan sistem
perencanaan, menyusun sasaran-sasaran yang
diharapkan dan memilih cara-cara yang tepat untuk memonitor arah kemajuan dalam
pencapaian sasaran.
b. Pengevaluasian, mempertimbangkan
implikasi-implikasi historical dan kejadian-kejadian yang diharapkan, serta
membantu memilih cara terbaik untuk bertindak.
c. Pengendalian, menjamin integritas informasi
finansial yang berhubungan dengan aktivitas organisasi dan sumber-sumbernya,
memonitor dan mengukur prestasi, dan mengadakan tindakan koreksi yang
diperlukan untuk mengembalikan kegiatan pada cara-cara yang diharapkan.
d. Menjamin pertanggungjawaban sumber,
mengimplementasikan suatu sistem pelaporan yang disesuaikan dengan pusat-pusat
pertanggungjawaban dalam suatu organisasi sehingga sistem pelaporan tersebut
dapat memberikan kontribusi kepada efektifitas penggunaan sumber daya dan
pengukuran prestasi manajemen.
e. Pelaporan eksternal, ikut berpartisipasi
dalam proses mengembangkan prinsip-prinsip akuntansi yang mendasari pelaporan
eksternal
Competence, Confidentiality, Integrity and Objectivity of Management
Accountant
· Competence
(Kompetensi)
Auditor harus menjaga kemampuan dan
pengetahuan profesional mereka pada tingkatan yang cukup tinggi dan tekun dalam
mengaplikasikannya ketika memberikan jasanya.
· Confidentiality
(Kerahasiaan)
Auditor harus dapat menghormati dan
menghargai kerahasiaan informasi yang diperoleh dari pekerjaan dan hubungan
profesionalnya.
· Integrity
(Kejujuran)
Auditor harus jujur dan bersikap adil serta
dapat dipercaya dalam hubungan profesionalnya.
· Objectivity
of Management Accountant (Objektivitas Akuntan Manajemen)
Auditor tidak boleh berkompromi mengenai
penilaian profesionalnya
Whistle
Blowing
Merupakan
Tindakan yang dilakukan seorang atau beberapa karyawan untuk membocorkan
kecurangan perusahaan kepada pihak lain. Motivasi utamanya adalah moral.
Creative Accounting
Creative Accounting adalah semua proses
dimana beberapa pihak menggunakan kemampuan pemahaman pengetahuan akuntansi
(termasuk di dalamnya standar, teknik, dll) dan menggunakannya untuk
memanipulasi pelaporan keuangan.
Fraud Accounting
Fraud
Accounting yaitu kecurangan yang berkaitan dengan siatem akuntansi seperti
penggelapan total kekayaan perusahaan.
Fraud Auditing
Fraud
Auditing yaitu kecurangan dalam pelaporan hasil pengauditan laporan keuangan
perusahaan.
XII.
Isu Etika Signifikan dalam dunia bisnis dan profesi
Benturan kepentingan
Benturan kepentingan adalah perbedaan antara
kepentingan ekonomis perusahaan dengan kepentingan ekonomis pribadi Direktur,
Komisaris atau pemegang saham utama di suatu perusahaan. Sebuah
situasi konflik dapat timbul manakala personil mengambil tindakan atau memiliki
kepentingan yang dapat menimbulkan kesulitan bagi mereka untuk melaksanakan
pekerjaannya secara obyektif dan efektif.
Etika dalam tempat kerja
Kewajiban moral utama pegawai adalah untuk
bekerja mencapai tujuan perusahaan dan menghindari kegiatan-kegiatan yang
mungkin mengancam tujuan tersebut. Ada dua hal yang terkandung dalam etika
bisnis yaitu kepercayaan dan tanggung jawab.
Adapun beberapa praktik di dalam suatu
pekerjaan yang dilandasi dengan etika dengan berinteraksi di dalam suatu
perusahaan, misalnya:
a.
Etika Terhadap Saingan
Kadang-kadang ada produsen berbuat kurang
etis terhadap saingan dengan menyebarkan rumor, bahwa produk saingan kurang
bermutu atau juga terjadi produk saingan dirusak dan dijual kembali ke pasar,
sehingga menimbulkan citra negatif dari pihak konsumen.
b.
Etika Hubungan dengan Karyawan
Di dalam perusahaan ada aturan-aturan dan
batas-batas etika yang mengatur hubungan atasan dan bawahan, atasan harus ramah
dan menghormati hak-hak bawahan, karyawan diberi kesempatan naik pangkat, dan
memperoleh penghargaan.
c.
Etika dalam hubungan dengan Public
Hubungan dengan publik harus di jaga sebaik mungkin, agar
selalu terpelihara hubungan harmonis.
Aktivitas bisnis internasional – masalah budaya
Kepemimpinan berperan sebagai motor yang
harus mampu mencetuskan dan menularkan kebiasaaan produktif di lingkungan
organisasi. Maka dengan demikian, masalah budaya perusahaan bukanlah hanya apa
yang akan dikerjakan sekolompok individu melainkan juga bagaimana cara dan
tingkah laku mereka pada saat mengerjakan pekerjaan tersebut.
Seorang pemimpin memiliki peranan penting dalam membentuk budaya perusahaan.
Ketika perusahaan berskala Internasional yang sudah pasti memiliki banyak
karyawan membuat suatu kebijakan yang kemudian nantinya dilaksanakan oleh
karyawannya, semakin lama waktu berjalan maka kebiasaan tersebut menjadi suatu
budaya di perusahaan tersebut, seharusnya sebuah peusahaan memikirkan
matang-matang mengenai kebijakan yang akan diberlakukan.
Akuntabilitas Sosial
Akuntabilitas sosial merupakan proses keterlibatan yang konstruktif
antara warga negara dengan pemerintah dalam memeriksa pelaku dan kinerja pejabat
publik, politisi dan penyelenggara pemerintah. Tujuan Akuntabilitas Sosial,
antara lain :
a. Untuk mengukur dan mengungkapkan dengan tepat
seluruh biaya dan manfaat bagi masyarakat yang ditimbulkan oleh
aktifitas-aktifitas yang berkaitan dengan produksi suatu perusahaan
b. Untuk mengukur dan melaporkan pengaruh
kegiatan perusahaan terhadap lingkungannya.
c.
Untuk menginternalisir biaya sosial dan
manfaat sosial agar dapat menentukan suatu hasil yang lebih relevan dan
sempurna yang merupakan keuntungan sosial suatu perusahaan.
Manajemen Krisis
Manajemen krisis adalah respon pertama perusahaan terhadap sebuah
kejadian yang dapat merubah jalannya operasi bisnis yang telah berjalan normal.
Artinya terjadi gangguan pada proses bisnis ‘normal’ yang menyebabkan perusahaan
mengalami kesulitan untuk mengoptimalkan fungsi-fungsi yang ada, dan dengan
demikian dapat dikategorikan sebagai krisis. Penanganan Krisis pada hakekatnya
dalam setiap penanganan krisis, perusahaan perlu membentuk tim khusus.
XIII. Perkembangan
terakhir dalam Etika bisnis dan profesi
Menurut Drs. O.P Simorangkir Etika atau etik sebagai pandangan
manusia dalam berperilaku menurut ukuran dan nilai yang baik. Perkembangan
Etika tersebut sudah melewati beberapa fase, yaitu :
1)
Etika Teologis
Pada perkembangan generasi pengertian
pertama, semua sistem etika berasal dari sistem ajaran agama.
Semua agama mempunyai ajaran-ajarannya sendiri-sendiri tentang
nilai-nilai, sikap, dan perilaku yang baik dan buruk sebagai pegangan hidup
bagi para penganutnya.
2)
Etika Ontologis
Dalam perkembangan kedua, sistem etika itu
lama kelamaan juga dijadikan oleh para filosof dan agamawan sebagai objek
kajian ilmiah.
3)
Etika
Positivist
Dalam perkembangan
selanjutnya, setidaknya dimulai pada permulaan abad ke 20, orang mulai berpikir
bahwa sistem etika itu tidak cukup hanya dikaji dan dikhutbahkan secara abstrak
dan bersifat umum, tetapi diidealkan agar ditulis secara konkrit dan bersifat
operasional.
4)
Etika Fungsional
Tertutup
Tahap perkembangan generasi pengertian etika
yang terakhir itulah yang saya namakan sebagai tahap fungsional, yaitu bahwa
infra-struktur kode etika itu disadari harus difungsikan dan ditegakkan dengan
sebaik-baiknya dalam praktik kehidupan bersama.
5)
Etika
Fungsional Terbuka
Persoalan etika untuk sebagian masih
dipandang sebagai masalah private yang tidak semestinya diperiksa secara
terbuka. Karena itu, semua lembaga atau majelis penegak kode etika selalu
bekerja secara tertutup dan dianggap sebagai mekanisme kerja yang bersifat
internal di tiap-tiap organisasi atau lingkungan jabatan-jabatan publik yang
terkait. Keseluruhan proses penegakan etika itu selama ini memang tidak dan
belum didesain sebagai suatu proses peradilan yang bersifat independen dan
terbuka.
XIV. Pembahasan Kasus
Sumber:
https://dianakbar17.wordpress.com/2017/01/11/7-etika-dalam-kantor-akuntan-publik/
https://sariioktavia.wordpress.com/2015/11/24/kode-etik-profesi-akuntansi/