Minggu, 23 November 2014

Saat Yang Tepat Untuk Memulai Bisnis


Mungkin anda telah menyadari bahwa berwirausaha atau memiliki perusahaan sendiri adalah cara yang terbaik untuk meningkatkan taraf hidup anda. Hal tersebut pasti mendorong keyakinan anda untuk berdikari membangun bisnis secara mandiri. Lalu, kapan waktu yang tepat untuk memulai membangun bisnis anda sendiri? Dirangkum dari pendapat Michael Lazerow (CEO of Buddy Media), berikut adalah saat-saat terbaik untuk mendirikan sebuah bidang usaha:

1. Waktu Terbaik adalah Selagi Anda Muda
Waktu yang terbaik untuk mendirikan sebuah kerajaan bisnis adalah ketika masih muda. Masa muda dipenuhi dengan semangat dan kreatifitas tinggi. Meskipun masih minim pengalaman dan sering mengambil keputusan keliru, namun pengalaman akan membuatnya lebih kuat di masa-masa mendatang.

2. Waktu Terbaik adalah Ketika Anda Tidak Menikmati Pekerjaan Anda Saat Ini
Jika anda merasa bosan, tidak enjoy, dan sering ingin lari dari pekerjaan anda, maka itulah saat yang tepat untuk mulai berpikir membangun bisnis anda sendiri. Apalah arti gaji yang besar bila anda tidak merasa bahagia dengan tugas-tugas pekerjaan anda. So, luangkan waktu malam anda untuk menyusun rencana dan strategi bisnis yang jitu.

3. Waktu Terbaik adalah Saat Anda Dipecat atau Keluar dari Perusahaan
Anda mungkin akan merasa sangat shock ketika mendapat surat PHK atau harus terpaksa keluar dari perusahaan. Hal tersebut pasti memaksa anda untuk intropeksi diri dan memeriksa semua aspek yang menyangkut kehidupan anda. Tapi optimislah, dan yakin bahwa saat itulah waktu terbaik untuk berwirausaha secara mandiri. Memang akan sangat terasa aneh tatkala harus beradaptasi dari kebiasaan sebagai pekerja menuju level menjadi calon big boss.

4. Waktu Terbaik adalah Jika Anda Bisa Fokus
Waktu yang terbaik untuk membangun sebuah perusahaan adalah ketika anda memiliki kesempatan untuk bisa fokus mengembangkan bisnis anda. Aspek fokus tersebut biasanya menyangkut tentang seberapa banyak tanggung jawab yang anda miliki. Semakin banyak jumlah tanggung jawab yang anda miliki (misal tanggung jawab terhadap keluarga, tanggung jawab pada urusan kuliah, tanggung jawab pada organisasi yang anda ikuti, dsb) akan membuat fokus anda terpecah belah, sehingga kurang tepat untuk memulai wirausaha. Jadi, ketika anda telah bisa memfokuskan diri pada bisnis anda, that is the best time to start your business!

5. Waktu Terbaik adalah Tatkala Anda Memiliki Obsesi yang Tak Tersembuhkan
Anda bekerja pada suatu perusahaan? Tapi anda selalu, selalu, dan selalu dihantui oleh ide-ide briliant anda untuk membangun sebuah konsep bisnis anda? Anda tidak bisa berkonsentrasi dan terobsesi menjalankan perusahaan atas kehendak anda sendiri? Jika itu terjadi, just get action to build your own business!

6. Waktu Terbaik adalah Ketika Anda Berada pada Level Intrapreneur
Entrepreneur artinya pengusaha, sementara intrapreneur adalah pengusaha profesional yang telah memiliki dan menerapkan kewirausahaanya serta berhasil dalam mengembangkan ide-ide baru yang inovatif untuk memanfaatkan berbagai sumber daya di perusahaan yang mapan dan kemudian mengambil resiko untuk membangun sebuah bisnis berbeda dengan yang sudah dijalankan. Pada tingkat ini, anda bisa memulai membangun bisnis anda sendiri.

7. Waktu Terbaik adalah Hari Ini
Banyak perusahaan besar yang awalnya dirintis di saat-saat perekonomian sedang suram. Oleh karena itu, jangan tunggu esok, seminggu, dua tahun, atau setelah anda memperoleh gelar sarjana. Do it now! Anda sebaiknya mencermati makna dari "The Power of Today", yakni jika hari ini anda lewatkan, maka kemungkinan 75%-nya akan terlewatkan selamanya! Jadi, segera cari peluang dan lakukan sekarang! Demikian uraian singkat tentang waktu yang paling tepat membangun sebuah bisnis, semoga menginspirasi anda.

http://www.ciputraentrepreneurship.com/memulai-bisnis/7-saat-yang-tepat-untuk-memulai-bisnis 

Minggu, 16 November 2014

Tips Memilih Rekan Bisnis


Bagi mereka yang belum berpengalaman dalam menjalankan sebuah bisnis, akan lebih bijaksana bekerjasama dengan mitra usaha atau partner. Namun, seringkali proses memilih partner bisnis yang tepat menjadi masalah karena tidak semua orang bisa dipercaya begitu saja. Salah memilih mitra bisnis bisa mengakibatkan kerugian pada kita.
Mitra usaha yang kita ajak kerjasama sebaiknya punya pengetahuan yang baik di bisnis yang akan dijalankan. Partner bisnis yang baik biasanya mau membantu dalam banyak hal, misalnya menyediakan produk yang berkualitas, membantu dalam hal pengiriman barang, membantu permodalan, dan hal lainnya. Itulah sebabnya mengapa kita harus menemukan partner bisnis yang kompeten dan berkualitas.
Berikut ini adalah beberapa tips yang bisa Anda lakukan untuk memilih partner bisnis yang akan bekerjasama dengan dengan Anda.
1. Mitra Bisnis Harus Punya Kredibilitas Baik
Perhatikan bahwa faktor kedekatan pada seseorang bukanlah jaminan bahwa mereka bisa menjadi partner bisnis yang baik. Kita harus melihat bagaimana cara kerja mereka, bagaimana calon mitra usaha tersebut menyampaikan strategi bisnis yang mereka tawarkan. Sebuah bisnis yang baik tentu punya standar operasional yang menjadi acuan dalam menjalankannya, pastikan calon partner bisnis Anda punya kredibilitas yang baik di industri yang mereka jalankan.
2. Memiliki Visi dan Misi yang Sama
Semua bisnis pasti punya visi (tujuan) yang ingin dicapai, dan juga punya misi (cara) yang sudah terukur untuk mencapai visi tersebut. Kerjasama yang baik tentunya dimulai dari kesepakatan dari kedua belah pihak agar dapat menjalankan strategi bisnis bersama-sama dengan baik. Sebelum memutuskan bekerjasama dengan calon partner, sebaiknya kita memastikan bahwa visi Anda dan calon mitra usaha tersebut bermuara pada arah yang sama.
3. Menetapkan Peran Masing-Masing Dalam Bisnis
Anda dan mitra usaha pasti punya peranan masing-masing dalam bisnis yang harus dijalankan secara bersama-sama agar usaha tersebut berjalan dengan baik. Peran masing-masing harus ditentukan sejak awal sesuai dengan porsi masing-masing. Peran tersebut harus dimaksimalkan untuk mencapai goal bersama.
4. Berkomunikasi Dengan Baik
Seperti yang disebutkan pada poin 3 bahwa masing-masing orang akan punya peran berbeda yang harus dikerjakan secara maksimal untuk mencapai goal bisnis Anda dan mitra usaha. Tentunya semua ini membutuhkan komunikasi yang baik secara berkesinambungan. Dalam memutuskan sesuatu yang berhubungan dengan kerjasama bisnis haruslah berdasarkan kesepakatan yang telah disetujuai bersama. Satu sama lain harus mau menerima saran dan masukan untuk tujuan kebaikan bisnis yang dijalankan bersama-sama.
5. Perjanjian Kemitraan Harus Dibuat
Perjanjian kerjasama adalah hal yang penting dalam sebuah bisnis. Dalam perjanjian tersebut Anda dan partner bisnis bisa menentukan pembagian tugas dan tanggung jawab serta pembagian keuntungan dengan porsi yang sesuai. Akan lebih baik lagi bila Anda membuat perjanjian tertulis atau akta notaris. Hal ini penting jika suatu saat mitra bisnis melakukan hal-hal yang bisa merugikan Anda selama masa kontrak kemitraan, sehingga Anda bisa membawanya ke pengadilan.
6. Harus Memiliki Bukti Kwitansi Usaha
Bila Anda adalah pihak pemilik modal atau penyedia produk, akan lebih baik Anda memiliki bukti tertulis penyerahan modal atau tanda terima barang yang ditandatangani di atas materai dan harus ada 2 orang saksi. Anda juga perlu mempelajari dan mengetahui aturan hukum tentang penyertaan modal agar meminimalisir kemungkinan terjadinya penipuan.

Sumber: http://deltagrosir.com/tips-memilih-mitra-bisnis-dengan-bijak.html

Kewirausahaan


Pengertian kewirausahaan
 Kewirausahaan adalah kemampuan seorang manajer resiko (risk manager) dalam mengoptimalkan segala sumber daya yang ada, baik itu materil, intelektual, waktu, dan kemampuan kretivitasnya untuk menghasilkan suatu produk atau usaha yang berguna bagi dirinya dan bagi orang lain. Pengertian kewirausahaan menurut beberapa ahli adalah sebagai berikut:

a.     Menurut Robert D.Hisrich, kewirausahaan adalah proses kreatif untuk menciptakan sesuatu yang bernilai lebih tinggi dengan mengoptimalkan segala daya upaya, seperti  mencurahkan waktu, dana, psikologis, dan penerimaan penghargaan atas kepuasan seseorang.
b.    Menurut Peter F.Drucker , kewirausahaan adalah kemampuan untuk menciptakan sesuatu yang baru dan berbeda.
c.     Menurut Stephen Robins, kewirausahaan adalah proses mengejar berbagai peluang untuk memenuhi kebutuhan dan keinginan melalui inovasi.
d.    Menurut Salim Siagian, kewirausahaan adalah semangat, prilaku dan kemampuan memberikan respon positif kepada peluang untuk mendapatkan keuntungan bagi diri sendiri dan pelayanan yang lebih baik kepada pelanggan/masyarakat, serta menciptakan dan menyediakan produk yang lebih bermanfaat dengan menerapkan cara kerja yang lebih efesien dan efektif, melalui keberanian mengambil resiko, kreatifitas, inovasi dan kemampuan manajemen.

Tahap-tahap Kewirausahaan
Secara umum tahap-tahap melakukan wirausaha :
1.    Tahap memulai, tahap di mana seseorang yang berniat untuk melakukan usaha mempersiapkan segala sesuatu yang diperlukan, diawali dengan melihat peluang usaha baru yang mungkin apakah membuka usaha baru, melakukan akuisisi, atau melakukan franchising. Juga memilih jenis usaha yang akan dilakukan apakah di bidang pertanian, industri / manufaktur / produksi atau jasa.
2.    Tahap melaksanakan usaha atau diringkas dengan tahap "jalan", tahap ini seorang wirausahawan mengelola berbagai aspek yang terkait dengan usahanya, mencakup aspek-aspek : pembiayaan, SDM, kepemilikan, organisasi, kepemimpinan yang meliputi bagaimana mengambil resiko dan mengambil keputusan, pemasaran, dan melakukan evaluasi.
3.    Mempertahankan usaha, tahap di mana wirausahawan berdasarkan hasil yang telah dicapai melakukan analisis perkembangan yang dicapai untuk ditindaklanjuti sesuai dengan kondisi yang dihadapi
4.    Mengembangkan usaha, tahap di mana jika hasil yang diperoleh tergolong positif atau mengalami perkembangan atau dapat bertahan maka perluasan usaha menjadi salah satu pilihan yang mungkin diambil.

Sifat seorang wirausaha
Untuk dapat mencapai tujuan yang diharapkan, maka setiap orang memerlukan ciri-ciri dan juga memiliki sifat-sifat dalam kewirausahaan. Ciri-ciri seorang wirausaha adalah:
§  Percaya diri
§  Berorientasikan tugas dan hasil
§  Berani mengambil risiko
§  Kepemimpinan
§  Keorisinilan
§  Berorientasi ke masa depan
§  Jujur dan tekun
§  Memiliki sifat keyakinan, kemandirian, individualitas, optimisme.
§  Selalu berusaha untuk berprestasi, berorientasi pada laba, memiliki ketekunan dan ketabahan, memiliki tekad yang kuat, suka bekerja keras, energik dan memiliki inisiatif.
§  Memiliki kemampuan mengambil risiko dan suka pada tantangan.
§  Bertingkah laku sebagai pemimpin, dapat bergaul dengan orang lain dan suka terhadap saran dan kritik yang membangun.
§  Memiliki inovasi dan kreativitas tinggi, fleksibel, serba bisa dan memiliki jaringan bisnis yang luas.
§  Memiliki persepsi dan cara pandang yang berorientasi pada masa depan.
§  Memiliki keyakinan bahwa hidup itu sama dengan kerja keras.
Manfaat Kewirausahaan
Thomas W Zimmerer et al. (2005) merumuskan manfaat kewirausahaan adalah sebagai berikut:
1.      Memberi peluang dan kebebasan untuk mengendalikan nasib sendiri memiliki usaha sendiri akan memberikan kebebasan dan peluang bagi pebisnis untuk mencapai tujuan hidupnya. Pebisnis akan mencoba memenangkan hidup mereka dan memungkinkan mereka untuk memanfaatkan bisnisnya guna untuk untuk mewujudkan cita-citanya.
2.      Memberi peluang melakukan perubahan
Semakin banyak bisnis yang memulai usahanya karena mereka dapat menagkap peluang untuk melakukan berbagai perubahan yang menurut mereka sangat penting. Mungkin berupa penyediaan perumahan sederhana yang sehat dan layak pakai, dan mendirikan daur ulang limbah untuk melestarikan sumber daya alam yang terbatas, pebisnis kini menemukan cara untuk mengombinasikan wujud kepedulian mereka terhadap berbagai masalah ekonomi dengan sosial dengan harapan untuk menjalani hidup yang lebih baik.
3.      Memberi peluang untuk mencapai potensi diri sepenuhnya
Banyak orang menyadari bahwa bekerja di suatu perusahaan seringkali membosanka, kurang menantang dan tidak ada daya tarik. Hal ini tentu tidak berlaku bagi seorang wirausahawan, bagi mereka tidak banyak perbedaan antara bekerja atau menyalurkan hobi atau bermain, keduanya sama saja. Bisnis-bisnis yang dimiliki oleh wirausahawan merupakan alat untuk menyatakan aktualisasidiri. Keberhasilan mereka adalah suatu hal yang ditentukan oleh kreativitas, antusias, inovasi, dan visi mereka sendiri. Memiliki usaha atau perusahaan sendiri memberikan kekuasaan kepada mereka, kebangkitan spiritual dan mampu mengikuti minat atau hobinya sendiri.
4.      Memiliki peluang untruk meraih keuntungan
Walaupun pada tahap awal uang bukan daya tarik utama bagi wirausahawan, keuntungan berwirausahawan merupakan faktor motivasi yang penting untuk mendirikan usaha sendiri, kebanyakan pebisnis tidak ingin menjadi kaya raya, tetapi kebanyakan diantara mereka yang menang menjadi berkecukupan. Hampir 75% yang termasuk dalam daftar orang terkaya (Majalah Forbes) merupakan wirausahawan generasi pertama. Menurut hasil penelitian, Thomas stanley dan William Danko, pemilik perusahaan sendiri mencapai 2/3dari jutawan Amerika serika. “Orang-orang yang bekerja memiliki perusahaan sendiri empat kali lebih besar untuk menjadi jutawan daripada orang-orang yang bekerja untuk orang lain (karyawan perusahaan lain).
5.      Memiliki peluang untuk berperan aktif dalam masyarakan dan mendapatkan pengakuan atas usahanya
Pengusaha atau pemilik usaha kecil seringkali merupakan warga masyarakat yang paling dihormati dan dipercaya. Kesepakatan bisnis berdasarkan kepercayaan dan saling merhormati adalah ciri pengusaha kecil.Pemilik menyukai kepercayaan dan pengakuan yang diterima dari pelanggan yang telah dilayani dengan setia selam bertahun-tahun. Peran penting yang dimainkan dalam sistem bisnis dilingkungan setempat serta kesadaran bahwa kerja memilki dampak nyata dalam melancarkan fungsi sosial dan ekonomi nasional adalah merupakan imbalan bagi manajer perusaan kecil.
6.      Memiliki peluang untuk melakukan sesuatu yang disukai dan menumbuhkan rasa senang dalam mengerjakan
Hal yang didasarkan oleh pengusaha kecil atau pemilik perusahaan kecil adalah bahwa kegiatan usaha mereka sesungguhnya bukan kerja. Kebanyakan kewierausahawan yang berhasil memilih masuk dalam bisnis tertententu, sebab mereka tertarik dan mrenyukai pekerjaan tersebut. Mereka menyalurkan hobi atau kegemaran mereka menjadi pekerjaan mereka dan mereka senang bahwa mereka melakukannya.
Prinsip Kewirausahaan
Prinsip-Prinsip kewirausahaan yang paling penting adalah Berani atau keluar dari Rasa takut akan gagal.makna berani disini adalah tindakan dimana kita harus bisa mengambil sikap atas peluang-peluang yang muncul dalam hidup ini terutama peluang untuk mendirikan usaha.Seorang wirausahawan tidak mengenal tingkat pendidikan tapi mengenal pada tingkat seseorang berani mengambil Resiko.Walaupun pendidikan itu penting tapi perannya disini justru adalah pada tingkatan keberanian akan usaha yang akan kita buat.Pendidikan disini berguna pada tingkat keahlian dari bidang usaha yang akan kita dirikan tapi hal tersebut bukan lah jadi prinsip dasar dalam membangung usaha tapi keberanian kita lah yang dapat menjadi prinsip dasar dalam membangun usaha.
Disamping itu untuk menjadi wirausahawan kita juga dituntut untuk berfikir optimis atas peluang dan segala usaha yang kita lakukan,karena dengan begitu semangat dan kemauan yang keras juga ketekunan kita akan menciptakan usaha kita yang maju dan terus berkembang.Juga disamping itu kita harus berfikir alternatif dimana dengan berfikir alternatif kita menciptakan suatu Ide dan strategy dari dan atas usaha yang akan kita lakukan untuk usaha kita.
Fungsi Wirausaha
Pada dasarnya manusia membutuhkan makan, minum, pakaian, dan sebagainya. Kebutuhan itu akan semakin meningkat seiring dengan kemajuan zaman yang menuntun manusia untuk melakukan kegiatan konsumtif. Pengangguran yang semakin meningkat kalau tidak ditanggulangi akan membuat manusia berpotensi ke arah negatif. Oleh karena itu, dibutuhkan jiwa kewirausahaan bagi setiap manusia sehingga menekan jumlah pengangguran.
Setiap Wirausaha memiliki fungsi pokok dan fungsi tambahan sebagai berikut:
1.    Fungsi pokok wirausaha yaitu:
a)    Membuat keputusan-keputusan penting dan mengambil resiko tentang tujuan dan sasaran perusahaan.
b)    Memutuskan tujuan dan sasaran perusahaan.
c)    Menetapkan bidang usaha dan pasar yang akan dilayani.
d)    Menghitung skala usaha yang diinginkannya.
e)    Menentukan modal yang diinginkan (modal sendiri atau modal dari luar).
f)     Memilih dan menetapkan  kreteria pegawai/karyawan dan memotivasinya.
g)    Mengendalikan secara efektif dan efesien.
h)    Mencari dan menciptakan cara baru.
i) Mencari terobosan baru dalam mendapatkan masukan atau input serta mengelolahnya menjadi barang atau jasa yang menarik.
j)  Memasarkan barang dan jasa tersebut untuk memuaskan pelanggan dan sekaligus dapat memperoleh dan mempertahankan keuntungan maksimal.

Pendapat saya tentang kewirausahaan adalah dapat membuka lapangan pekerjaan bagi seseorang yang menganggur. Bagi masyarakat, wirausaha merupakan alternatif yang paling mudah untuk para pegawai perusahaan yang terkena PHK, para masyarakat yang kurang mampu, dalam membuat dan mendapat suatu perkerjaan dari hal yang kecil seperti berjualan sebagai pedagang asongan hingga usaha yang cukup besar seperti membuka usaha perternakan, apalagi dengan bantuan pemerintah berupa bantuan dana lewat program pengembangan UKM bagi masrayakat yang kurang mampu. Wirausaha juga menjadi alternatif bagi masyarakat lewat modal yang mereka miliki membangun sauatu usaha yang akan membantu mereka menaikan taraf hidupnya.

Sumber:
 direktori.umy.ac.id/uploads/munjiati/.../Tahap%20Kewirausahaan.docx
http://top-studies.blogspot.com/2013/12/materi-asastujuan-dan-manfaat.html#sthash.Fik1AsdU.dpuf
http://novemberscr.blogspot.com/2013/05/kewirausahaan.html
http://yunushadi.blogspot.com/2011/10/pengertian-manfaat-fungsi-dan-prinsip.html
Anoraga, Panji. 2007. Pengantar Bisnis Pengelola Bisnis Dalam Era Globalisasi. Jakarta: Rineka Cipta