PENGUKURAN
VALUE AT RISK PADA ASET TUNGGAL DAN PORTOFOLIO
DENGAN
SIMULASI MONTE CARLO
Disusun Oleh:
HAFNI MASRIFA (24214694)
FAKULTAS EKONOMI JURUSAN
AKUNTANSI
Kelas : 1EB02
Dosen :Aditya Rian Ramadhan,
SE
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Penerapan metode Value
at Risk (VaR) merupakan bagian dari manajemen risiko. VaR pada
saat ini banyak diterima, diaplikasikan dan dianggap sebagai metode standar dalam
mengukur risiko. Ada tiga metode utama untuk menghitung VaR yaitu metode
parametrik (disebut juga metode varian-kovarian), metode simulasi Monte Carlo
dan simulasi historis. Aspek terpenting dalam perhitungan VaR adalah
menentukan jenis metodologi dan asumsi yang sesuai dengan distribusi return.
Hal ini dikarenakan perhitungan VaR berdasarkan pada distribusi return
sekuritas. Penerapan metode dan asumsi yang tepat akan menghasilkan perhitungan
VaR yang akurat untuk digunakan sebagai ukuran risiko. VaR dengan
metode simulasi Monte Carlo mengasumsikan bahwa return berdistribusi
normal yang disimulasikan dengan menggunakan parameter yang sesuai dan tidak
mengasumsikan bahwa return portofolio bersifat linier terhadap return
aset tunggalnya. VaR dengan simulasi historis adalah metode yang
mengesampingkan asumsi return yang berdistribusi normal maupun
sifat linier antara return portofolio terhadap return aset
tunggalnya. Dalam mengestimasi nilai VaR, metode simulasi Monte Carlo
melakukan simulasi dengan membangkitkan bilangan random berdasarkan
karakteristik dari data yang akan dibangkitkan, yang kemudian digunakan untuk
mengestimasi nilai VaR-nya.
1.2 Rumusan Masalah
- Bagaimana pengukuran VaR dengan Metode Simulasi Monte Carlo?
- Bagaimana Tingkat Kepercayaan dan Periode Waktu?
- Bagaimana Perhitungan VaR PT. Astra International Tbk (ASII)?
- Bagaimana Perhitungan VaR PT. Telekomunikasi Indonesia Tbk. (TLKM)
- Bagaimana Perhitungan VaR dengan Metode Simulasi Monte Carlo pada Portofolio yang Terdiri dari Dua Aset?
1.2 Tujuan Penelitian
- Untuk mengetahui pengukuran VaR dengan Metode Simulasi Monte Carlo
- Untuk mengetahui Tingkat Kepercayaan dan Periode Waktu
- Untuk mengetahui Perhitungan VaR PT. Astra International Tbk (ASII)
- Untuk mengetahui Perhitungan VaR PT. Telekomunikasi Indonesia Tbk. (TLKM)
- Untuk mengetahui VaR dengan Metode Simulasi Monte Carlo pada Portofolio
BAB II
LANDASAN TEORI
2.1
Definisi Value At Risk
Value at Risk (VaR)
merupakan salah satu bentuk pengukuran risiko yang cukup populer. Hal
ini mengingat kesederhanaan dari konsep VaR sendiri namun juga memiliki
kemampuan implementasi berbagai metodologi statistika yang beragam dan
mutakhir.
VaR dapat
didefinisikan sebagai estimasi kerugian maksimum yang akan didapat selama
periode waktu (time period) tertentu dalam kondisi pasar normal pada
tingkat kepercayaan (confidence interval) tertentu. Secara sederhana VaR ingin menjawab pertanyaan “seberapa besar (dalam
persen atau sejumlah uang tertentu) investor dapat merugi selama waktu
investasi t dengan tingkat kepercayaan (1-a
)”. Berdasarkan pertanyaan tersebut, dapat dilihat adanya tiga variabel yang
penting yaitu besar kerugian, periode waktu dan besar tingkat kepercayaan.
Ada tiga metode utama
untuk menghitung VaR yaitu metode parametrik (disebut juga metode
varian-kovarian), metode simulasi Monte Carlo dan simulasi historis. Ketiga
metode mempunyai karakteristik masing-masing. Metode varian-kovarian
mengasumsikan bahwa return berdistribusi normal dan return
portofolio bersifat linier terhadap return aset tunggalnya. Kedua faktor
ini menyebabkan estimasi yang lebih rendah terhadap potensi volatilitas aset
atau portofolio di masa depan. VaR dengan metode simulasi Monte Carlo
mengasumsikan bahwa return berdistribusi normal dan tidak mengasumsikan
bahwa return portofolio bersifat linier terhadap return aset
tunggalnya. VaR dengan simulasi historis adalah metode yang
mengesampingkan asumsi return yang berdistribusi normal maupun sifat
linier antara return portofolio terhadap return aset tunggalnya.
2.2
Definisi Aset Tunggal dan Portofolio Var dengan metode simulasi Monte Carlo
VaR dengan metode simulasi Monte Carlo pada aset
tunggal mengasumsikan bahwa return aset berdistribusi normal. VaR
dengan metode simulasi Monte Carlo pada portofolio mengasumsikan bahwa
return aset-aset pembentuk portofolio berdistribusi normal multivariat.
2.3
Definisi Simulasi Monte Carlo
Simulasi Monte Carlo merupakan salah
satu teknik asesmen risiko kuantitatif yang dapat digunakan oleh berbagai
organisasi dalam proses manajemen risiko mereka, terutama dalam tahapan
analisis risiko dan/atau evalusi risiko yang memiliki fenomena variabel acak (random variable)
BAB III
METODELOGI
PENELITIAN
3.1
Jenis Penelitian
Penelitian
ini menggunakan hipotesis dengan uji statistik, sebagai informasi yang di
butuhkan
untuk mengukur value at risk pada aset tunggal dan portofolio.
3.2 Data dan sumber data
Data diambil dari Bursa Efek Indonesia (BEI). Software
yang digunakan untuk membantu analisis adalah Microsoft Excel dan R.
3.3
Alat dan pengukuran data
Data
yang digunakan untuk perhitungan VaR dengan metode simulasi Monte Carlo
pada aset tunggal dan portofolio. adalah data return yang diperoleh dari
perhitungan harga penutupan (closing price) saham harian dari PT. Astra
International Tbk (ASII) dan PT. Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM) selama
satu tahun perdagangan (246 hari
kerja)
yaitu mulai 2 Januari 2007 sampai 28 Desember 2007.
3.4 Teknik Pengambilan Sampel
Pengambilan sampel dilakukan metode purposive sampling yaitu
dengan sengaja di
ambil untuk mencapai tujuan tertentu dalam penelitian yang di harapkan.
Jadi sampel di
ambil tidak secara acak.
BAB IV
PEMBAHASAN
4.1 Pengukuran VaR dengan Metode
Simulasi Monte Carlo
Penggunaan
metode simulasi Monte Carlo untuk mengukur risiko telah dikenalkan oleh Boyle
pada tahun 1977. Dalam mengestimasi nilai Value at Risk (VaR)
baik pada aset tunggal maupun portofolio, simulasi Monte Carlo mempunyai
beberapa jenis algoritma. Namun pada intinya adalah melakukan simulasi dengan
membangkitkan bilangan random berdasarkan karakteristik dari data yang akan
dibangkitkan, yang kemudian digunakan untuk mengestimasi nilai VaR-nya. VaR
dengan menggunakan metode simulasi Monte Carlo mengasumsikan bahwa return
berdistribusi normal.
4.2
Tingkat Kepercayaan dan Periode Waktu
Menentuan tingkat
kepercayaan dalam perhitungan VaR tergantung pada penggunaan VaR.
Tingkat kepercayaan yaitu probabilitas dimana nilai VaR tidak akan
melebihi kerugian maksimum. Penentuan tingkat kepercayaan sangat berperan penting
karena dapat menggambarkan seberapa besar perusahaan mampu mengambil suatu
risiko dan harga kerugian yang melebihi VaR. Semakin besar tingkat
kepercayaan yang diambil, semakin besar pula risiko dan alokasi modal untuk
menutupi kerugian yang diambil.
Periode waktu yang
digunakan di dalam mengukur tingkat risiko yang dihadapi sangat tergantung pada
jenis bisnis yang dikerjakan oleh suatu perusahaan. Semakin dinamis pergerakan
faktor-faktor pasar untuk suatu jenis bisnis tertentu, semakin singkat periode
waktu yang digunakan dalam mengukur tingkat risiko yang dihadapi. Sebagai
contoh, bank akan melakukan pemantauan atas tingkat risiko yang dihadapi secara
harian, yaitu satu hari, satu minggu (lima hari bisnis) sampai dua minggu
(sepuluh hari bisnis), di lain pihak, perusahaan yang mempunyai aset riil
seperti investor perusahaan real estate mungkin akan menerapkan periode
waktu satu bulan (dua puluh hari), empat bulan bahkan satu tahun untuk
melakukan pantauan atas tingkat risiko yang dihadapi.
4.3
Perhitungan VaR PT. Astra
International Tbk (ASII)
Berdasarkan uji asumsi
dan hasil perhitungan, return ASII berdistribusi normal dengan m = 0.002092502 dan s
2
= 0.0006337162 yang dinotasikan dengan return ASII
~ N (0.002092502, 0.0006337162). Parameter ini digunakan untuk simulasi VaR
Monte Carlo.
Nilai VaR selalu berbeda pada masing-masing
simulasi. Hal ini disebabkan oleh perbedaan data random yang dihasilkan. Akan
tetapi pada dasarnya memberikan hasil yang tidak berbeda jauh antara satu
dengan yang lainnya karena return dibangkitkan dengan parameter yang
sama. Salah satu cara untuk mengurangi masalah tersebut yaitu dengan
menjalankan banyak simulasi kemudian mengambil nilai rata-ratanya.
Pada tingkat kepercayaan 95% dengan
dua puluh lima kali ulangan, menghasilkan rata-rata nilai VaR yang
sebesar -38991032 (tanda – menunjukkan kerugian). Hal ini dapat diartikan ada
keyakinan sebesar 95% bahwa kerugian yang akan diderita investor tidak akan
melebihi Rp. 38.991.032,00 dalam jangka waktu satu hari setelah tanggal 28
Desember 2007 atau dengan redaksi lain dapat dikatakan ada kemungkinan sebesar
5% bahwa kerugian investasi pada saham PT. Astra International Tbk sebesar Rp.
38.991.032,00 atau lebih.
4.4 Perhitungan VaR PT. Telekomunikasi Indonesia Tbk. (TLKM)
Berdasarkan uji asumsi
dan hasil perhitungan, return TLKM berdistribusi normal dengan parameter
= - 0.00007966122 dan 2 = 0.0004065061 yang
dinotasikan dengan
return
TLKM
~ N (-0.00007966122, 0.0004065061). Parameter ini digunakan untuk simulasi
VaR Monte Carlo.
Jika dana awal yang
diinvestasikan pada portofolio yang terdiri dari dua aset yaitu ASII dan TLKM
sebesar Rp. 1.000.000.000,00, maka pada tingkat kepercayaan 95% dengan dua
puluh lima kali ulangan, menghasilkan rata-rata nilai VaR yang sebesar
-32744534 (tanda – menunjukkan kerugian). Hal ini dapat diartikan ada keyakinan
sebesar 95% bahwa kerugian yang akan diderita investor tidak akan melebihi Rp.
32.744.534,00 dalam jangka waktu satu hari setelah tanggal 28 Desember 2007
atau dengan redaksi lain dapat dikatakan ada kemungkinan sebesar 5% bahwa
kerugian investasi pada saham PT. Telekomunikasi Indonesia Tbk sebesar Rp.
32.744.534,00 atau lebih.
4.5
VaR dengan Metode Simulasi Monte Carlo pada
Portofolio
4.5.1 Uji Normal
Multivariat
Sebelum dilakukan
perhitungan VaR, terlebih dahulu dilakukan uji asumsi kenormalan data
untuk mengetahui apakah benar return aset-aset pembentuk portofolio
mengikuti distribusi normal multivariat.
|
|||||||||||

Tidak ada komentar:
Posting Komentar